Mengetahui Arah Utara

So here and back again. Artikel kali ini tentang gimana nyari arah utara tanpa kompas. Btw, do you get my receh jokes on the main picture?

1. Lumut selalu tumbuh di bagian utara dari pohon
Iyee lumut emang hidup di tembat yang lembab tapi bukan berarti dia nggak bisa tumbuh di arah timur, barat atau selatan dari pohon. Doi bisa tumbuh dimana aja di suka boi. Nah kelembaban ini ditentukan oleh arah datangnya matahari dan juga arah berhembusnya angin di suatu daerah. Walaupun pohon yang tumbuh terisolasi punya kecenderungan ditumbuhin lumut cuma di bagian utaranya aja, lumut yang tumbuh di antara pepohonan bisa tumbuh arah mana aja. Secara densitas pepohonan nyiptain bayangan dan curah hujan yang tinggi makin bikin lumut nyaman untuk tumbuh dewasa.

Nah lo… Utaranya sebelah maneenyee

2. Utara 90 derajat ke sebelah kiri dari arah matahari terbit
Well, ini nggak sepenuhnya salah, tapi nggak sepenuhnya bener juga. Dalam setahun, matahari terbit tepat di timur cuma dua kali yaitu pas equinox. Waktu equinox, lamanya siang hari dan malam hari itu sama guys, sama sama 12 jam. Jadi kalo pas ospek lo ngerasa malem nggak kelar2 yah biang keroknya perputaran matahari yang nggak seimbang antara siang hari dan malam hari.

Matahari terbit di timur cuma tepat pada bulan Maret dan September. Hal ini karena bumi nggak berevolusi tegak lurus tapi agak mereng

Laah jadi keor semua tuh bang? Yang bener gimana dong? Yang bener itu gini….

1. Liatlah Bintang
Nggak usah sok2 romantis deh liat-liat bintang!

Eh kagak seriusan. Lo harus cari dulu konstelasi bintang Ursa Major yang bentuknya kayak penggorengan teflon. Buat garis diantara dua bintang di sisi penggorengan, seberang gagangnya, terus ikutin kearah atas. Lo bakalan nemu Poralis, bintang utara walaupun posisinya nggak utara-utara banget. Dan ini cuma bisa lo lakuin di belahan bumi utara doang chui. Secara bumi berputar pada porosnya nggak tegak lurus tapi mereng sekian derajat. (If you’re a flat earth society, you better shoo away from here).

Keliatan bentuk panci emak2nya? Nah keatas dikit nemu deh tuh Polaris. Cuma kalo ngeliat langsung di langit malam hari pastinya nggak sejelas ini.

2. Pake jam lo
Yeee cicak bunting. Itu mah gue juga tau, jam sekarang canggih-canggih ada kompasnya.

Maksudnya pake jam analog chui. Jarum yang pendek lo arahin dulu ke matahari terus lo perhatiin jurig yang terbentuk diantara jarum yang pendek sama jam 12. Nah arah utaranya kurang lebih di tengah-tengah juring tersebut guys.

Misalkan matahari di arah jam 9 berarti utara kurang lebih diantara jam 10 dan 11 guys.

Gimana sudah tercerahkan atau malah tambah gelap? Harusnya semakin banyak ilmu kita semakin sadar kalau lebih banyak hal yang kita nggak tau. Jadi harusnya tambah gelap malahan :P[/wr_column]][wr_text]So here and back again. Sebelumnya gue bakal ngasih tau dua urban legend yang salah yah.

1. Lumut selalu tumbuh di bagian utara dari pohon
Iyee lumut emang hidup di tembat yang lembab tapi bukan berarti dia nggak bisa tumbuh di arah timur, barat atau selatan dari pohon. Doi bisa tumbuh dimana aja di suka boi. Nah kelembaban ini ditentukan oleh arah datangnya matahari dan juga arah berhembusnya angin di suatu daerah. Walaupun pohon yang tumbuh terisolasi punya kecenderungan ditumbuhin lumut cuma di bagian utaranya aja, lumut yang tumbuh di antara pepohonan bisa tumbuh arah mana aja. Secara densitas pepohonan nyiptain bayangan dan curah hujan yang tinggi makin bikin lumut nyaman untuk tumbuh dewasa.

Nah lo… Utaranya sebelah maneenyee

2. Utara 90 derajat ke sebelah kiri dari arah matahari terbit
Well, ini nggak sepenuhnya salah, tapi nggak sepenuhnya bener juga. Dalam setahun, matahari terbit tepat di timur cuma dua kali yaitu pas equinox. Waktu equinox, lamanya siang hari dan malam hari itu sama guys, sama sama 12 jam. Jadi kalo pas ospek lo ngerasa malem nggak kelar2 yah biang keroknya perputaran matahari yang nggak seimbang antara siang hari dan malam hari.

Matahari terbit di timur cuma tepat pada bulan Maret dan September. Hal ini karena bumi nggak berevolusi tegak lurus tapi agak mereng

Laah jadi keor semua tuh bang? Yang bener gimana dong? Yang bener itu gini….

1. Liatlah Bintang
Nggak usah sok2 romantis deh liat-liat bintang!

Eh kagak seriusan. Lo harus cari dulu konstelasi bintang Ursa Major yang bentuknya kayak penggorengan teflon. Buat garis diantara dua bintang di sisi penggorengan, seberang gagangnya, terus ikutin kearah atas. Lo bakalan nemu Poralis, bintang utara walaupun posisinya nggak utara-utara banget. Dan ini cuma bisa lo lakuin di belahan bumi utara doang chui. Secara bumi berputar pada porosnya nggak tegak lurus tapi mereng sekian derajat. (If you’re a flat earth society, you better shoo away from here).

Keliatan bentuk panci emak2nya? Nah keatas dikit nemu deh tuh Polaris. Cuma kalo ngeliat langsung di langit malam hari pastinya nggak sejelas ini.

2. Pake jam lo
Yeee cicak bunting. Itu mah gue juga tau, jam sekarang canggih-canggih ada kompasnya.

Maksudnya pake jam analog chui. Jarum yang pendek lo arahin dulu ke matahari terus lo perhatiin jurig yang terbentuk diantara jarum yang pendek sama jam 12. Nah arah utaranya kurang lebih di tengah-tengah juring tersebut guys.

Misalkan matahari di arah jam 9 berarti utara kurang lebih diantara jam 10 dan 11 guys.

Gimana sudah tercerahkan atau malah tambah gelap? Harusnya semakin banyak ilmu kita semakin sadar kalau lebih banyak hal yang kita nggak tau. Jadi harusnya tambah gelap malahan :P[/wr_text][/wr_column][/wr_row]