Mimisan yang Salah

Berdasarkan pengalaman gue yang jam terbang mimisannya udah cukup tinggi…

Entah lagi ngapain pun elo pas mimisan, jangan dongakin pala lo ke belakang!

Nggak boleh dongak gini kalo mimisan. Anyway, ini dia lagi pemanasan kok bukan lagi mimisan.

Ini bisa ngalirin darahnya ke tenggorokan lo. Darah yang masuk ke perut lo bisa bikin mual dan muntah. Lebih bahaya lagi kalo masuk ke paru-paru. Beh. Meninggal bisa.

P3K yang terbaik adalah dengan duduk tegak dan condongin badan lo kedepan. Ngejaga kepala lo lebih tinggi dari jantung lo mencegah pendarahan lebih banyak. Sedangkan condong ke depan ngebantu lo nguras darah dari idung lo. Menurut British Medical Journal, lo bisa berhentiin darahnya dengan mencet batang idung lo pake telunjuk dan ibu jari tangan lo (yaiyalah masa kaki). Kalo males megangin idung, bisa juga dikompres pake es di batang idung lo. Normalnya butuh 5-10 menit, lebih dari itu atau kalo penyebabnya hantaman di kepala, lo harus langsung ke dokter. Bisa jadi lo ngalamin cedera yang lebih serius.

Yang bener tuh yang kanan. Kalo mimisan condongin badan ke depan. Jangan lupa senyum yah!

Dua penyebab paling umum dari mimisan adalah ditonjok orang dan ngupil. Yap ngupil. Dan kartun-kartun jepang salah. Kita nggak mimisan karena ngeliatin cewek sekseh. Jaringan pembuluh darah di idung juga bisa pecah karena perubahan suhu dan tekanan udara, atau karena sisit terlalu kenceng.

Yaaah. Keyboardnya pada berdarah-darah deeh.

Uniknya, wanita yang lagi menstruasi berada dalam kondisi dimana hormon estrogen menggebu-gebu. Hormon ini bisa mengakibatkan mengembangnya dan pecahnya jaringan pembuluh darah pada hidung. Ini bukan mimisan biasa *ceileh kayak bintang aja*. Atau bisa disebut juga menstruasi salah tempat.

Yak begitulah pengalaman saya 20 tahun menjadi pemimis profesional. Buat catatan aja, gue nggak pernah menstruasi kayak tipe yang terakhir.

Warna Baju Paling Sejuk

Orang-orang pada bilang kalo pake baju berwarna cerah bisa ngelawan sinar matahari dan baju warna gelap nyerep panas matahari. Makanya semakin cerah warna baju semakin sejuk dipakenya.

Hitam dan Putih bersahabat

Hmmm. Sebenernya nggak sesimpel itu sih.

Banyak negara-negara dengan suhu iklim yang cukup tinggi justru lebih memilih baju berwarna gelap. Sebut saja petani-petani di Cina dan wanita tua di Eropa selatan yang make warna hitam atau suku Tuareg (nomad sahara) yang lebih memilih warna biru tua.

Baju Suku Tuareg

Naah, emang bener warna cerah mampu mantulin sinar matahari. Tapi jangan lupa, proses pertukaran suhu di baju berwarna hitam bukan cuma nyerep panas matahari. Baju berwarna gelap juga menyerap suhu tubuh kita broo! Dengan kata lain, kalo kita pake baju berwarna gelap dan nggak terpapar langsung matahari, baju kita malah nyerep panas dari tubuh kita loh. Makanya bisa jadi lebih sejuk.

Faktor lain selain warna adalah angin. Orang-orang yang hidup di daerah panas biasanya pada nggak pake baju ketat. Malah nggak pake baju #eh. Nggak deng. Biasanya bajunya malah gombrong-gombrong untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Berdasarkan penelitian tahun 1978, diperoleh hasil bahwa dalam kondisi panas tanpa udara, burung yang memiliki bulu warna putih lebih cepat dalam melepaskan hawa panas. Namun dengan syarat, kecepatan udara sebesar 11 km/jam, burung yang memiliki bulu warna hitam malah lebih cepat melepas panas. Eksperimen ini juga pernah diulang pada sapi dan berujung pada kesimpulan yang sama.

Rekan-rekan fisikawan di Imperial College, London menemukan bahwa sirkulasi udara terbaik dalam ruang diperoleh dengan membuka jendela bagian atas dan bawah dari jendela sash (liat ilustrasi). Kalau ukurannya sama, udara yang dingin dan lebih berat dari jendela bawah akan mendorong udara yang lebih hangat keluar dari jendela atas.

Yang bawah dingin (udaranya masuk), yang atas panas (udara yang dikeluarin)

Prinsip ini sesuai dengan desain baju suku Tuareg yang disebut dengan k’sa.

Jadi jangan pernah meremehkan kearifan lokal! Bahkan tanpa gelar kinclong dari kampus ternama pun, leluhur kita paham prinsip-prinsip dasar sains.

Jadi udah tau kan calon mana yang paling adem?

Itumah calon istri keleus #eh

Udah Minum Air Belum?

Kalo lo berpikir bahwa minum 8 gelas air sehari lo lagi dibohongin ‘pakai’ riset nggak jelas, lo benar sekali. 8 gelas sehari itu biar lo cepet beli air lagi.

Lo keilangan air setiap detik lewat keringet, buang air, bahkan napas aja lo keilangan air. Ciye keilangan air nih ye. Makanya lo butuh ngisi ulang cairan sebelum lo dehidrasi. Tapi 8 gelas itu… lebay. Selebay sinetron yang katanya anak jalanan tapi tinggalnya di rumah mewah dan motornya motor sport.

Yang kiri anak jalanan KW, yang kanan anak jalanan asli. Entah kenapa orang jaman sekarang demen ngeliat hal yang berbau kemewahan dan kekayaan. Gue lebih suka yang bau keringat perjuangan. #TeamBuJojoPulangBu

Tahun 1945, paper di British Medical Journal nulis kalo manusia dewasa rata-rata butuh 2.5 liter. Di paper itu ditulisin secara spesifik kalo ‘sebagian besar dari jumlah ini diperoleh melalui makanan’. BOOM! Paper, paper lebih dari iklan. Diet yang seimbang punya cukup air untuk memenuhi kebutuhan kita secara teori walaupun belum tentu cukup untuk membohongi hasrat kita untuk minum.

Mengonsumsi air lebih dari kebutuhan kita cuma bakal berujung pada banyaknya volume air yang kita keluarkan.

Will you go pee with a pink bunny around?

Mitos lain kalo minum air bisa nguras sistem pencernaan dan bikin kulit mulus juga masih butuh hasil riset lebih lanjut. Yang sudah terbukti itu kalo kekurangan minum emang punya dampak buruk kayak kulit kering dan keriput. Tapi minum lebih banyak air dari kebutuhan belum menunjukkan bukti meyakinkan bisa bikin kulit lo mulus dan kenceng sampe nyamuk aja kepleset kalo mendarat di kulit lo. Nah kalo lo kebanyakan makan (asam) garem (kehidupan) atau kebanyakan minum alkohol, minum air lebih banyak bagus banget buat ngeflush ginjal lo. Ini belum terbukti yah kalo di organ tubuh lo yang lain.

Jadi teruji di ITB dan IPB belum tentu teruji di UI dan UGM yah guys.

Geng Sampah Pasifik

Penyebab berkumpulnya geng ini adalah The North Pacific Subtropical Gyre atau arus berputar yang lambat, berputar searah jarum jam yang terbentang dari Amerika Utara sampai ke Jepang. Pusaran ini menjadi rumah dari dua konsentrasi putaran sampah yang disebut juga sebagai the Great Pacific Garbage Patch. Naah, ada dua geng sampah raksasa ini choi. Satu di timur diantara Hawaii dan California, satu lagi di barat diantara Jepang dan Hawaii. Kalau dijumlah, kedua geng sampah ini mengandung lebih dari 100 juta ton sampah. 90% nya plastik.

Ilustrasi Lokasi Garbage Patch

Di laut, sampah nggak di degradasi sama mikroba di tanah atau biodegradasi. Kalo di laut sampah justru terdegradasi sama sinar matahari. Sehingga sampah terdegradasi jauh lebih cepat dibanding biodegradasi.

Lah, bagus keles terurai lebih cepat?
Iya kalo di tanah, kalo di laut?

Dalam beberapa dekade, sampah yang telah terurai menjadi partikel yang sangat kecil sampai berukuran satu molekul plastik saja. Dengan ukuran sekecil ini, molekul plastik mempunyai kemampuan untuk menghisap dan mengumpulkan racun yang normalnya terdifusi dalam air. Nah sekarang bayangin deh tuh racun-racun keisep sama molekul plastik terus dimakan sama hewan laut.

Bahayanya lagi untuk hewan (Paus baleen, krill, sponge, beberapa hiu dan kerang) yang mengonsumsi makanan dengan memfilter sejumlah air yang mereka masukkan ke dalam mulut mereka. Alhasil kesedot deh tuh racun ke dalam tubuh hewan tersebut. Jahatnya lagi kalo ini sampai ke rantai makanan yang paling atas atau predator teratas, konsentrasi racunnya bakalan semakin tinggi broo! Lo makan deh tuh sebagai seafood. Kelar idup lo.

Ilustrasi yo’mama during lunch

The Great Pacific Garbage Patch itu cuma satu dari beberapa kumpulan/geng/himpunan sampah seukuran “benua” yang tersebar di laut planet ini. So guys, jangan pernah buang sampah sembarangan terutama ketika di laut lepas. Geng sampah lebih mematikan daripada geng beneran. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan manusia, yaitu dengan menyelamatkan planet bumi dari keserakahan manusia!