8 Wanita dalam Sains

Sebelumnya selamat hari wanita kepada seluruh wanita di dunia!

Bidang Sains dan Teknologi merupakan salah satu bidang yang jarang banget dimasukin wanita. Nggak heran kampus-kampus teknik kayak ITB jadi kering kerontang karena kekurangan wanita *salah fokus*

Soalnya dari dulu banyak banget cap yang dikasih orang-orang sama wanita-wanita STEM (Sains, Teknologi, Enjiniring dan Matematika) kalo mereka terlalu maskulin. Mungkin karena bidang STEM dianggap sebagai bidang yang sangat logika dan wanita dianggap tidak sekuat pria dalam hal berlogika. Well, of course ini harus berubah sekarang juga. Karena ilmu yang ideal tidak kenal stereotip sosial seperti gender, agama, suku, dan ras. Apapun latar belakangmu, selama hal yang kau pelajari dapat divalidasi, yah kamu tetep bisa berkarya.

Makanya, tulisan ini gue buat untuk ngebuktiin ke kalian kalo wanita juga bisa sukses dalam bidang STEM. Berikut 10 wanita dalam bidang sains beserta kontribusi mereka terhadap ilmu pengetahuan:

Sally Boysen bersama dengan PAUD simpansenya

1. Sarah Boysen
Professor of Psychology, The Ohio State University
Koloni Boysen yang terdiri dari 11 ekor simpanse biasanya emang riweuh rempong kayak kelas yang isinya anak TK. Penelitian beliau ternyata menunjukan kalo simpanse memiliki kemampuan serupa dengan balita: yaitu kemampuan untuk berhitung secara sederhana.
Simpanse-simpanse ini bisa ngitung tambah, kurang, pecahan dan ngitung jumlah suatu benda.

Simpel tapi ampuh. Liat tuh airnya disaring dulu pake sari

2. Rita Colwell
Director, National Science Foundation
Kalo Mamak Colwell ini udah 25 tahun sob neliti mengenai kolera. Penelitian soal kolera ini merupakan penelitian antardisiplin ilmu yang terkait biologi molekuler, oseanografi, elektro dan bidang kesehatan. Doi berhasil nemuin cara yang unik dan cukup efektif untuk mencegah penyakit kolera. Caranya adalah dengan menyaring air melalui kain sari yang biasa kita liat di pilem India! Gokil abies. Strategi ini bahkan sanggum mengurangi jumlah pasien kolera sampai kurang lebih 50 persen. Wah, kalo di Indonesia mungkin bisa pake kain songket atau ulos yah.

One of the most electrifying women ever!

3. Esther Conwell
Professor of Chemistry, University of Rochester
Setengah abad kemaren, penelitian doi tentang bagaimana elektron melaju melalui silikon dan beberapa material semikonduktor lainnya memulai era komputer dan era informasi saat ini. Sebelum berpulang pada tahun 2014, Profesor Conwell sempat mempelajari juga pergerakan muatan listrik melalui DNA. Potensi penelitian ini ngeri-ngeri sedap bro. Kita jadi bisa tahun pergerakan rangsangan listrik seperti apa yang menyebabkan munculnya sel kanker atau kita dapat mempelajarinya untuk membuat rangkaian nano-elektrik yang mempunyai sifat DNA.

Berdiri di depan papan

4. Ingrid Daubechies
Professor of Mathematics and Applied and Computational Mathematics, Princeton University
Untuk menganalisa sinyal gambar, suara, elektrokardiogram atau goncangan partikel gas, kita harus menterjemahkan grafik menjadi lebih sederhana. Nah ilmuwan biasanya mecah bagian grafik itu jadi sekumpulan ombak/gelombang kecil yang disebut Daubechies’s wavelet. Yah wavelet ini bisa dibilang satu bagian lego yang dari data yang besar. Lego ini dipake untuk mengkompressi dan enkripsi data. Analoginya lagi, misalkan elo gambar lukisan pake cat air, nah kan elo bakal make beragam kuas dengan ukuran berbeda. Wavelet disini fungsinya mirip sama kuas berbagai ukuran itu. Memudahkan kita melukis gambar yang utuh.

Dresselhaus megang mainan anaknya

5. Mildred S. Dresselhaus
Professor of Physics and Electrical Engineering, MIT
Sebelum anak ke-empatnya masuk TK, Dresselhaus memecahkan struktur elektronik dari graphite, alotropi dari karbon yang sempet kita bahas di artikel sebelumnya. Mecahin struktur elektronik graphite ini sebenernya bukan masalah baru, tapi sebagian besar peneliti ketakutan untuk nyelesain masalah ini berhubung teka-teki yang sulit dari struktur ini. Makanya Dresselhaus milih topik penelitian ini karena nggak ada yang mau nyentuh. Penelitian mamak gaul ini berkontribusi besar pada penemuan Buckyball dan Carbon Nano Tube. Weew. Mamak-mamak ilmuwan.

Hoffman ketika memimpin ekspedisi mencari unsur eksotis

6. Darleane C. Hoffman
Professor of the Graduate School, University of California at Berkeley
Pernah nonton Mickey Mouse? Tau siapa nama anjingnya? Nah Hoffman ini adalah kepala suku tim yang nemuin Plutonium 244 di alam. Yah, emang nggak ada hubungannya sama Mickey Mouse sih. Indiana Jones edisi kimia ini punya misi buat nyari unsur-unsur dengan sifat-sifat yang misterius. Ilmu Nuklir ini adalah salah satu keilmuan yang dimulai sama sepasang suami istri dimana sang istri, Marie Curie, adalah salah satu ilmuwan wanita paling dikenal abad ini.

Mirip yang di The Big Bang Theory yaah? Amy Farah Fowler

7. Melissa Franklin
Professor of Physics, Harvard University
Nyah Franklin ini fisikawan eksperimental yang hobinya bikin-bikin alat lab. Yah semacam pembalam tamiya lah. Diotak-atik kalo nggak sesuai harapan. Cuma bedanya yang doi otak atik itu detektor partikel super kompleks. Salah satu buatan doi adalah detektor proton-antiproton Collider di Fermilab Batavia, Illinois yang dia pake untuk mengidentifikasi quark (only the top one) tahun 1995.

Rosalind Franklin dan foto x-ray dari DNA

8. Rosalind Franklin (1920-1958)
King’s College London
Bukan saudara sama Melissa Franklin yaah. Kalo Rosalind Franklin ini suka banget fotografi. Tapi foto pake X-ray. Di awal tahun 1950, Rosalin moto DNA yang sudah mengkristal menggunakan X-ray. Karena foto ini, akhirnya kita semua tau kalo molekul DNA itu berbentuk helix! Data ini terus dipake sama James Watson dan Francis Crick untuk menguraikan struktur DNA tanpa sepengathuan Rosalind. Ckckck. Alhasil Watson dan Crick memenangkan Nobel pada tahun 1962. Sayang, Rosalind sudah meninggal pada tahun 1958 sehingga tidak dapat protes karena fotonya dipake.

Lah brooo, kok nggak ada Marie Curie? Well. Keluarga nyonya Curie tidak sesimpel yang anda pikirkan bro. Untuk menghormati beliau, tidak cukup postingan satu paragraf menjelaskan kontribusi beliau kepada dunia. Nanti gue bakal semedi dulu untuk nulis tentang keluarga Curie.
Anyway, sampe sini dulu postingan memperingati hari wanita sedunia.

Sampe postingan selanjutnya!

One thought on “8 Wanita dalam Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *